Kehidupan anda equivalen dengan kehidupan finansial anada. Apapun caritanya, finansial banyak memberikan solusi dalam perjalanan hidup. Selanjutnya, kalau tidak hati-hati anda bisa tergelincir karena tidak etis memperlakukan “tuan finansial”.
Uang yang susah payah kita kumpulkan akan mengalir untuk memenuhi barbagai kebutuhan konsumsi, tabungan dan investasi.
Dan prinsip penting berinvestasi sahan adalah ketika investor berhasil memisahkan antara kebutuhan rutin seperti kebutuhan dapur, asuransi, cicilan, tabungan, dengan menyisihkan sebagian dana yang nganggur untuk berinvestasi saham.
Banyak success story pemain saham, lebih banyak lagi kisah pilu investor kehilangan kekayaan bahkan keluarga dan hidupnya. Lonceng kematian mengingatkan anda agar realistis mengatur tuang finansial. Sekiranya berkesempatan bertanya langsung kepada mereka tokoh success story, pasti jawabannya simpel saja “aturlah cash flow anda biar gak macet”.
Beberapa tips mengelola cash flow:
1. SKALA PRIORITAS
Utamakan duluan kebutuhan konsumsi rutin, biaya sekolah anak, asuransi, cicilan, tabungan dan sebagainya. Setelah semua beban bulanan terjawab, sisanya adalah dana nganggur untuk investasi. Jangan memaksa diri berinvestasi saham apabila kondisi keuangan anda masih mengganggu urusan dapur. Meski ngebul bukan alasan anda main saham. Ingatlah! Meskipun keuntungan yang menjanjikan, resiko berinvestasi saham sangat tinggi.
2. PEMBUKUAN YANG BAIK
Buatlah rapi dan bersih. Mencatat lalu lintas transaksi jual beli berdasarkan urutan waktu atau lainnya. Biasanya sekuritas akan memberikan trade confirmation dan portfolio statement setiap hari. Anda dapat mencocokkan catatan pembukuan anda dengan trade confirmation sekuritas, apakah sesuai atau tidak. Catatan yang baik membuat tidur anda makin pulas!
3. PERENCANAAN TRADING
Bijak bila anda memiliki trading plan sebelum mulai melakukan transaksi saham. Buatlah aturan yang nantinya akan anda taati. Ingatlah! Tipis perbedaan antara takut (fear) dan serakah (greed) karena dua sifat tersebut sering memporakporandakan benteng trading plan anda. Pahami dan berlatihlah dengan berbagai strategi, guna membantu anda saat salah mengambil posisi seperti averaging, swithching, cut loss. Dengan perencanaan yang baik, bangunan investasi anda akan tegak berdiri kokoh.
4. FASILITAS MARGIN TRADING
Sekuritas biasanya memberikan fasilitas margin trading satu hingga dua kali dari besarnya dana yang dimiliki. Artinya jika anda memiliki rekening Rp 200 juta, maka anda dapat bertransaksi hingga 400-600 juta. Fasilitas ini sungguh menggoda untuk terus menerus melakukan trading, karena memang demikian alasan sekuritas memberikan fasilitas margin trading. Sebaiknya anda memiliki dana cadangan sebesar mungkin margin untuk mengantisipasi katika bursa saham longsor (crash).
5. SIAGA DANA TUNAI
Cash is everything, begitulah kata kasir yang baik. Setelah bursa saham koreksi dalam (deep bearish), dana tunai sangat berguna untuk mengkoleksi saham-saham diskon dan berpostensi kuat untuk rebound (naik kembali). Menyisihkan 20-30 persen sebagai dana siaga adalah prinsip penting lainnya bertrading saham.
6. JANGAN BERUTANG
Berharap harga saham melesat bak meteor, membeli saham dengan utang di luar batas kemampuan sama saja dengan berjudi di meja kasino. Anda akan menghadapi tekanan psikologis yang luar biasa bila harga saham turun sedangkan utang sudah jatuh tempo. Keterpaksaan harus menjual rugi (forced sell), akan mangakumulasikan ketugian lebih besar lagi.
7. EVALUASI
Sempatkanlah untuk berkontemplasi, mereview dan mengevaluasi pengaturan cash flow anda pada bulan depan. Tentu, sebelum semua dana anda amblas di bulan sebelumnya!.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar